Jumat, 02 Desember 2016

Saringan



saringan

Basic Product Knowledge
 Yuk mari kita mengenali dasar-dasar tentang filter-filter mobil. Apa saja si pengertian dan jenis-jeninya. Simak ya blog ini :)

1. Tipe-tipe filter  
a. Element : 

- Injection Plastic
- Round
- Panel
- Oval
- Cone
- ECO
- Cabin
- FFAF
- Blow By Gas
- V-Pac

b. Spin On :
- Gasoline Engine
- Diesel Engine
- Depth( Oil Bath)
- Bag
- Screen
- Candle
- Membran


2. Aplikasi Filter :

a. Air Filter :
- Fungsi : Menyaring dan membuang debu dari udara yang masuk dan mengalirkan udara yang bersih ke mesin.
- Komponen penting dan utama : kertas filter
- Masa pakai Air Filter : 20.000 Km/1000 jam
- Akibat Filter Kotor : Konsumsi Bahan Bakar Naik dan Jarak yang telah ditempuh naik maka akan menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat jika filter yang sudah melewati masa pengantian tetap digunakan.

b. Oil Filter :
- Fungsi : Menyaring kotoran pada oli dan mengalirkan oli yang bersih ke mesin. 
- Komponen pentging dan utama dari Oil Filter : Kertas Filter
- Masa pakai Oil Filter didesain : 10.000 Km/500 jam.

c. Fuel Filter
- Fungsi : Menyaring kotoran pada bahan bakar dan mengalirkan bahan bakar yang bersih ke mesin agar proses pembakaran sempurna serta tidak merusak sistem injeksi.
- Komponen penting dean utama dari Fuel Filter : Kertas Filter
- Masa pakai Fuel Filter didesain : 20.000 Km/1000 jam

d. Hydraulic Filter

e. Transmission Filter :
- Fungsi : Menjaga kebersihan oli dari sistem transmisi sehingga sistem transmisi dapat menghasilkan torsi yang besar, beroperasi secara halus dan berfungsi secara benar.
- Tipe : 
a. Pleated Media
b. Mesh Screen Media
c. Felt Type Screen Media
d Spin On Type

f. Air Oil Filter :
- Tipe :
a. Standard Wrape Element
b. Depth Separator Element
c. Air Oil Box
d. Air Oil Separator Filter
e. Air Oil Separator Element For Vacuum Pumps

g. Air Dryer :
- Fungsi :  Mengeringkan udara yang dimampatkan dalam sistem pengereman dari commercial vehicle dan memberikan perlindungan trebaik untuk system pengereman pneumatic dari karat dan keausan.

h. Fuel Water Separator
- Fungsi : Air adalah penyebab utama dari rusaknya pompa dan injector dari mesin diesel. Oleh karena itu untuk memisahkan air dan kontaminasinya yang menyebabkan kerusakan komponen injector, dari bahan bakar, maka diperlukan Fuel Filter Separator. Disamping itu Fuel Water Separator juga berfungsi sebagai Filter Debris agar secondary Fuel Filter timenya lebih lama.

i. Cabin Filter :
- Fungsi : Cabin Filter menjaga kebersihan udara didalam kendaraan.
- Karakteristik:
1. Penghilang bau yang baik
2. Penangkap debu yang baik
3. Menghilangkan polutan
4. Daya tahan lama
5. Mengembangkan tekhnologi produksi menggunakan bahan filter dengan zeolit pertama di dunia.
- Partikel dalam udara yang mampu di saring oleh cabin filter
1. Polten
2. Spora
3. Bakteri
4. Debu
5. Asap rokok
6. Asap kendaraan

j. Coolant Filter :
- Fungsi : 1. Menjaga mesin tetap dingin walau dalam suhu panas dengan cara menaikkan titik didih air (coolant). 2. Mencegah  terjadinya karat karena dilengkapi dengan additive rust inhibitor.

k. Carbon Canister Filter
  - Fungsi : Menjaga agar udara yang keluar dari tangki bahan bakar bersih dari kandungan bahan bakar yang bisa mencemari lingkungan.
- Cara Kerja : Ketika Engine shuf off (dimatikan) terjadi ketidakseimbangan tekanan pada tangki bahan bakar yang menyebabkan tekanan tangki bahan bakar turun. Pada saat tekanan turun tersebut bahan bakar akan mudah membentuk uap atau gas yang memenuhi rongga atau tangki. Ketika terdorong ke luar melalui lubang ventilasi. Dari lubang ventilasi ini uap bahan bakar di filter dengan carbon canister agar gas yang keluar bebas dari uap bahan bakar yang bisa mencemari lingkungan.

l. Blow By Gas

Gerakan osilasi pada piston akan menimbulkan efek pumping pada area crankcase yang menyebabkan udara yang mengandung uap oli yang ada di crackcase terdorong keluar. Design pada engine, uap oli yang keluar tersebut dimasukkan ke dalam ruang bakar melalui saluran intake.
Pada mesin generasi terbaru yang ramah lingkungan sebelum masuk ke saluran intake uap oli tersebut di filter untuk menangkap kandungan olinya (oli separator). Karena kalau kandungan oli tersebut masuk ke ruang bahan bakar akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna (HC tinggi) yang bisa mencemari lingkungan.

m. Urea Filter

- Fungsi : Melindungi metering pump dan nozze dari endapan urea dan kotoran lain yang bisa menyumbat pompa dan noozle.

Komponen Kelistrikan pada Mobil



Meskipun sekarang sudah tidak musim banjir, tetapi kita sebagai pemilik mobil harus tetap siaga agar mobil Toyota kesayangan kita tidak merana saat hujan maupun banjir datang kembali. Meskipun saat ini tidak terdapat air tetapi perlu diingat selalu bahwa air dapat masuk dan membasahi melalui celah sekecil apapun. Apabila ada waktu luang, kita sebaiknya melakukan pengecekan pada beberapa komponen kelistirikan mobil sehingga tidak membuat kita susah di kemudian hari.

Jangan pernah lupa bahwa air merupakan penghantar listrik yang sangat baik dan bila konektor atau terminal sebuah peranti kelistrikan tersambung dengan air, bisa-bisa mobil kita mengalami korsleting. Dan seringkali terjadi bahwa mobil justru mogok setelah keluar dari banjir ataupun hujan ataupun cuci mobil sekalian setelah beberapa hari setelahnya.

Komponen Kelistrikan Mobil 

1. Alternator 

Merupakan sumber dari segala komponen kelistrikan di dalam mobil. Dapat disebut juga generator karena fungsi utamanya adalah mensuplai listrik ke aki. Biasanya saat mobil menerjang banjir dan dalam keadaan hidup maka secara otomatis air masuk ke dalam alternator.

Meskipun tidak ada gejala yang mencurigakan, tidak ada salahnya melakukan servis alternator setelah menerjang air. Air yang terdapat di dalam alternator tidak dapat hilang secara sendirinya tanpa dibongkar. Biasanya air memberikan efek putusnya dioda penyearah yang terdapat pada IC altenator.

2. Soket atau Terminal

Komponen elektrik di dalam mobil dirancang untuk knock-down, makanya penghubung setiap komponen berakhir dengan soket yang berisi rangkaian terminal. Meski kita sering menganggap sepele, soket juga seringkal berpotensi menyimpan sisa air dan bisa menjadi penghantar listrik karena tidak jarak setiap soket berisi sepasang kabel dan positif

Biasakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap soket dan terminal dengan cara membuka setiap sambungan satu persatu. Keringkan dengan lap atau dapat juga menyemprotnya dengan menggunakan komporesor. Dan sebagai info tambahan, bagian kabel yang terbakar seringkali bermula dari bagian sini.

3.Kompresor AC

Perangkat pompa yang digerakkan oleh puli mesin ini bertugas memompa refrigerant untuk menghasilkan hawa dingin alias air conditioner atau AC. Meski bekerja secara mekanis, puli kompresor memiliki switch magnet untuk mengaktifkan AC. Saat mobil menerjang air,biasanya puli kompresor dapat terkontaminasi oleh air. 
Jangan heran apabila beberapa hari kemudian setelah melibas banjir atau hujan, AC tidak dapat hidup karena switch magnetik yang terdapat pada puli kompresor AC tidak bekerja lagi. Sebaiknya, kita tetap melakukan pengecekan secara berkala ke bengkel AC langganan untuk memastikan bahwa puli magnetik AC dalam keadaan optimal.

4. ECU

Salah satu komponen kelistrikan yang paling vital untuk mobil Toyota. Mobil sekarang sudah sangat lazim apabila menggunakan sistem injeksi yang diatur oleh ECU (Electronic Computer Unit) yang bertugas mengatur bahan bakar. Apabila mobil sempat terendam banjir maka sangat rawan terjadi kerusakan di bagian ECU karena ECU berisi komponen kecil seperti IC (Integrated Circuit). 

Apabila ECU sudah mengalami kerusakan maka mobil dapat dipastikan mogok dan tentunya menguras biaya yang tidak sedikit untuk mengganti komponen spare part toyota yang satu ini.

5.Boks Sekring

Rangkaian kabel yang menghubungkan ke setiap komponen kelistrikan akan diproteksi oleh pabrikan agar tidak terjadi korsleting dan oleh karena itulah dibuatkan boks sekring. Kotak plastik yang berisi deretan sekering ini berfungsi untuk menangkal listrik yang nyasar dan menyebabkan korslet. 

Tetapi kalau air sudah merembes dan menyusup serta menghubungkan setiap kaki sekering maka urusan kelistrikan pun dapat menjadi runyam. Gunakan angin bertekanan dari kompresor untuk menghalau air yang tertinggal di kotak sekering tadi, khususnya yang berada di rumah sekering alias tempat kaki sekering menancap. Hal ini sekaligus untuk memastikan bahwa tidak ada sekering yang kendur atau beroksidasi.

6. Relay

Selain kabel, soket dan sekering maka komponen kelistrikan mobil yang sering berhubungan adalah relay. Berfungsi sebagai switch untuk listrik berarus besar seperti dinamo stater atau lampu utama. Mobil Toyota keluaran tahun 2000 ke atas sangat sering dilengkapi dengan boks relay. Pastikan selalu boks ini tidak terendam air yang sangat potensial membuat relay korslet. Perlakukan sama dengan boks sekering dengan mengeringkan semua bagian dalam relay. Kotak relay mejadi jalur listrik dengan ampere yang cukup besar sehingga kalau korslet bisa berbuntut menghasilkan api.

7. Kabel 

Penghubung setiap komponen listrik ke sumber listrik biasa menggunakan kabel tembaga atau disebut kabel AWG (American Wire Guage). Meski tembaga tadi terbungkus oleh rumah kabel dari bahan karet yang solid namun bukan berarti hal ini bebas dari bahaya. 

Untuk mobil yang telah berusia pakai cukup lama, rumah kabel kerap getas dan menyisakan celah untuk kemasukan air. Memang agak sulit untuk mendeteksi kabel mobil toyota karena jumlahnya sangat banyak dan celah terbuka tadi sangat kecil. Untuk perawatan kabel bisa semprotkan setiap kabel dan konektor dengan penetran khusus sehingga dapat menghalau air masuk ke dalam kabel.

8. Injector

Mobil dengan pasokan injeksi pasti memiliki seperangkat nosel penyemprot bahan bakar yang juga diaktifkan lewat listrik. Meski tegangannya sangat kecil (di bawah 12 Volt), nosel injektor sangat rawan terkontaminasi air sebab setiap injektor dihubungkan oleh soket yang bisa kemasukan air. 

Perlakukan sama dengan menyemprotkan setiap soket nosel dengan kompresor dan untuk injektor sendiri dapat disemportkan ketika melakukan Tune Up besar. 

Demikianlah komponen kelistrikan sebuah mobil, lebih baik menjaga agar beberapa komponen ini tidak rusak dan korslet karena biaya yang ditimbulkan ketika salah satu komponen ini rusak cukup menguras biaya kantong kita. Ada juga komponen kelistrikan yang seringkali rusak dan menyusahkan pemilik mobil ketika komponen ini mengalami kerusakan ketika perjalanan, yaitu dinamo stater.

Rabu, 30 November 2016

Makalah Sistem Rem ABS



Bottom of Form
Makalah ABS (Antolock Breaking System)

A. Sistem Rem
Rem merupakan salah satu bagian kendaraan yang sangat penting pada sebuah kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat dari perkotaan sampai pedesaaan.
Rem ini dapat mengatur kecepatan ataupun menghentikan lajunya kendaraan sesuai dengan yang kita harapkan, pengaturan kecepatan ataupun diberhentikannya lajunya kendaraan ini diatur melalui suatu gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar. Syarat–syarat sebuah rem adalah sebagai berikut:
1. Dapat bekerja dengan cepat.
2. Apabila beban pada semua roda sama, maka daya pengereman harus sama dengan atau gaya pengereman seimbang dengan beban yang di terima oleh masing-masing roda.
3. Dapat dipercaya dan mempunyai daya tahan cukup.
4. Mudah disetel dan diperbaiki pengemudi waktu pengereman
Cara kerja rem adalah pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga gesekan dengan jalan menekan sepatu rem (kanvas) terhadap tromol yang berputar
B. Sistem Rem ABS (Anti-Lock Brake System)
ABS adalah sebuah sistem pada kendaraan bermotor yang mencegah terjadinya roda menjadi terkunci pada saat pengereman. Tujuannya adalah memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol pengendalian pada saat pengereman mendadak dan digunakan untuk memperpendek jarak pengereman (dengan memperbolehkan pengemudi menginjak pedal rem secara penuh tanpa perlu khawatir kendaraan akan selip dan lepas kendali seperti bila kita melakukan pengereman pada kendaraan non ABS (Anti-Lock Brake System ). Cara kerjanya adalah pada kendaraan terdapat electronic unit, speed sensor dan hydraulic valve pada brake circuit. Electronic unit memonitor kecepatan dari roda pada saat pengereman,jika berbeda maka rem akan me’release’, dan selanjutnya mengerem lagi. Hampir sama dengan apabila kita melakukan pengereman sedikit-sedikit atau dalam artian tekan-lepas-tekan lepas. ABS tersebut bisa melakukan pengereman dalam artian ‘tekan-lepas’ sebanyak 20 kali per detik. Jadi dengan teknologi ini berguna untuk mencegah ban terkunci.
Anti-lock Brake Systems dirancang untuk mencegah terjadinya penguncian roda (wheel lockup) saat pengeman mendadak di segala medan jalan. Hasil saat pengeraman adalah:
1. Mobil tetap stabil.
2. Arah kemudi stabil (Vehicle Stability).
3. Mengerem lebih cepat (jarak pengereman lebih dekat, kecuali jalan tanah, bersalju).
4. Penguasaan kontrol kendaraan menjadi maksimal (tinggat kestabilan).
5. Jika roda depan terkuci, mobil tidak mungkin bisa di arahkan
6. Jika roda belakang terkunci, mobil bisa tidak stabil dan tergelincir ke salah satu sisi.
Jika permukaan jalan saat pengereman tidak rata, roda2 yang mengalami selip akan mudah terkunci dan mobil akan berputar putar .namun dengan sistem ABS mobil akan tetap stabil sampai mobil tersebut berhenti .
C. Komponen-Komponen Rem ABS (Anti-Lock Brake System)
1. Master selinder
Master selinder berfungsi :
a. Membangun tekanan hidraulis sesuai dengan gaya tekan pengemudi.
b. Tekanan hidraulis ini mengalir ke unit tekanan.
2. Unit control tekanan (akuator)
Unit control tekanan (akuator) berfungsi mengatur tekanan hidraulis rem untuk setiap roda sesuai dengan perintah computer.
3. ABS control module
ABS control module berfungsi :
a. Mendapat informasi dari sensor putaran.
b. Menghitung tekanan ideal pada roda.
c. Mengirimkan perintah pengatur ke unit control tekanan rem
d. ABS control module selalu memeriksa fungsi diri secara otomatis
e. Bila fungsinya salah, ABS control module akan member tahu aliran dengan lampu control pengemudi.
4. Sensor putran roda
Sensor putran roda berfungsi menyensor kondisi putaran roda, dan dari sensor tersebut menghasilkan signal.
5. Selinder roda
Selinder roda berfungsi untuk menggerakkan atau menekan sepatu rem. Selinder roda dihubungkan dengan master selinder dengan menggunakan pipa-pipa.
6. Lampu control
Lampu control berfungsi sebagai indicator ABS, bila terjadi kerusakan pada sisitem rem ABS. lampu indicator akan menyala.
7. Sensor putran aksel belakang
Sensor putran aksel belakang berfungsi menghitung putran roda secara induktif dan mengirim signal ke ABS control module.
D. Jenis-jenis ABS (Anti-Lock Brake System)
Pada sistem rem yang menggunakan ABS terdapat bebrapa jenis ABS, dintaranya :
1. 4-Sensor 4-Chanel
Jenis ini umumnya dipakai untuk mobil FF (Front engine Front driving) yang memakai X-brake lines. Roda depan dikontrol tersendiri dan kontrol roda belakang biasanya mengikuti select-low logic agar mobil bisa stabil saat ABS bekerja.
Jenis ABS ini mempunyai empat wheel sensor dan 4 hydraulic control channel dan masingmasing mengontrol secara tersendiri. Sistem ini mempunyai tingkat keamanan dan jarak pemberhentian yang lebih pendek di berbagai macam kondisi jalan. Namun apabila permukaan jalannya licin, besar gaya rem antara kanan dan kiri yang tidak rata akan mengakibatkan terjadi gerakan Yawing pada bodi kendaraan sehingga bisa mengurangi kestabilan. Karena itulah, kebanyakan mobil yang dilengkapi dengan tipe 4 channel ABS memasukkan satu select lowlogic pada roda belakang agar mobil tetap stabil, di berbagai macam kondisi jalan.
2. 4-Sensor 3-Chanel
Jenis ini umumnya dipakai untuk mobil FR (Front engine Rear driving) yang memakai H-brake lines. Roda depan dikontrol tersendiri dan roda belakang dikontrol secara bersamaan pada brake pipe dengan dasar select-low logic.
Dipakai untuk mobil FF (Front engine Front driving), kebanyakan berat kendaraan terpusat di roda depan dan berat titik tengah kendaraan saat direm juga berpindah ke depan hampir 70%, gaya pengereman ini dikontol oleh roda depan. Artinya adalah kebanyakan tenaga pengereman dibangkitkan oleh roda depan, sehingga agar ABS bisa efektif, maka diperlukan pengaturan tersendiri (independent control) pada roda depan.
Namun demikian, roda belakang yang gaya pengeremannya lebih sedikit, juga sangat penting untuk memastikan kendaraan aman saat dilakukan pengereman. Karena itulah apabila saat ABS roda belakang bekerja di permukaan jalan yang licin, maka independent control pada roda belakang mengatur agar gaya pengereman roda belakang tidak merata sehingga mobil mengalami yawing.
Untuk menhindari gerakan yawing ini dan untuk menjaga agar mobil tetap aman saat ABS bekerja di berbagai kondisi jalan, maka tekanan rem roda belakang diatur berdasarkan kecenderungan roda mana yang mengalami lock-up. Konsep pengaturan ini dikenal dengan ‘Select-low control’.
3. 3-Sensor 3-Chanel
Roda depan dikontrol tersendiri namun untuk roda belakang dikontrol secara bersamaan oleh satu wheel speed sensor (khususnya differential ring gear).
Mobil yang dilengkapi dengan H-bake linesystem mempunyai sistem kontrol ABS jenis ini. 2 channel untuk roda depan dan satunya lagi untuk roda belakang. Roda belakang dikontrol bersama dengan select low control logic. Untuk X-brake linesystem, diperlukan 2 channels (2 brake port di dalam unit ABS) untuk mengatur roda belakang dikarenakan masing-masing roda belakang mempunyai jalur rem yang berbeda.
4. 1-Sensor 1-channel
Hanya mengatur tekanan roda belakang oleh satu sensor.Dipakai Untuk mobil yang dilengkapi dengan H-bake line system, hanya untuk mengontrol tekanan roda belakang.Pada rear diffirential dipasang satu wheel speed sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kecepan roda.
Cara kerjanya adalah saat dilaukan pengeraman mendadak roda depan akan terkunci, sehingga kestabilan kemudi mobil akan hilang dan jarak henti pada permukaan jalan yang mempunyai daya gesek rendah (low-• ) juga akan bertambah jauh. Sistem ini hanya akan membantu untuk penghentian lurus.
E. ABSCM (Anti-Lock Brake System Control Module)
ABS terdiri dari wheel speed sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kecenderungan suatu roda mengalami penguncian, HCU (Hydraulic Control Unit) mensuplai tekanan rem ke setiap roda berdasarkan output signal dari ABSCM (control module).
Dari sinyal wheel speed sensor, ABSCM akan menghitung dan memperkirakan akselerasi, deselerasi dan slip rasio, pengaturan solenoid valve dan return pump, gunanya adalah adalah untuk mencegah terjadinya wheel lock-up. ABSCM dapat mengatur sistem monitoring pada sirkuit dan mematikan dirinya sendiri apabila sistem mengalami kegagalan.Pengemudi dapat mengetahui adanya kegagalan sistem pada ABS apabila lampu peringatan ABS menyala.
1. Komposisi Dasar ABSCM (Anti-Lock Brake System Control Module)
Apabila ABS mengalami kegagalan, ABSCM akan mematikan kerja sistem untuk memastikan keselamatannya. Karena apabila kerja dari solenoid valve tidak normal, dapat mempengaruhi tekanan rem terhadap roda.Karena alasan inilah ABSCM dapat menganalisa dan mengantisipasi semua kemungkinan kegagalan pada sistem. Untuk memasang ABSCM secara langsung pada HCU (Hydraulic Control Unit), semiconductor yang ada di dalam ABSCM harus tahan pada suhu antara – 40 s/d 125 derajat celsius.
Berkat pengembangan teknologi semiconductor dan ukurannya yang kecill, sekarang ini yang popular banyak dipakai adalah tipe (ABSCM + HCU). Misalnya Bosch ABS versi 5.0 atau yang lebih tinggi, versi MK-20i atau yang lebih tinggi keluaran TEVES dan EBC 325 Kelsey Hayes mewakili integrated ABS. Semua masukan merupakan double-monitored dan double-calculated. Input-nya juga doublemonitored.Untuk menghindari kesalahan pengoperasian pada ECU, maka dipasang dua microprocessor yang membandingkan dan memonitor hasilnya, dan ECU sebagai tambahan dimonitor oleh SAS (Safety Assurance System) atau intelligentWatch-Dog untuk mencegah kesalahan pengoperasian pada ECU.
Satu IC mengatur solenoid2 untuk setiap channel-nya dan Power MOSFET dengan proteksi sirkuit yang bisa diandalkan sebagai pengganti relay yang mengatur kerja solenoid dan arus besar saat motor bekerja. Selanjutnya untuk mengurangi pumping dan pengaruh kick-back yang berlebihan, maka dipakai motor speed control dengan mircopocessor 16 bit agar perhitungan kecepatan roda dan performa ABS menjadi lebih baik, dengan kemampuan 5 millidetik per siklus kerja.
a.Sirkuit penguat input wheel speed sensor
Dari setiap wheel speed sensor yand dipasang pada roda, di dalam sirkuitnya dipasang bentuk gelombang arus. Bentuk gelombang tersebut dikuatkan dan dirubah menjadi bentuk gelombang persegi, dan dikirim ke Microcontroller. Sesuai dengan jenis ABS, jumlah wheel speed sensor akan berubah dan jumlah sirkuit penguatnya juga akan berubah.
b. Microcontroler
Acuan kecepatan, rasio selip, rata2 akslerasi/deselerasi dan kerja solenoid dan motor dihitung berdasarkan informasi dari setiap rodanya. Sirkuit ini mendeteksi gelombang sensor kecepatan roda setiap detiknya.Microcontroller menghitung acuan kecepatan berdasarkan kecepatan rodanya, kemudian membandingkan kecepatan referensi dan momen kecepatan roda untuk memperkirakan rasio selip dan rata2 akselerasi dan deselerasinya. Solenoid valve mengaktifkan output sirkuit untuk pressure dump, hold, menaikkan sinyal ke solenoid pada roda yang terkunci sesuai dengan perkiraan sinyal pengaturan seperti slip ratio, akselerasi/deselerasi.
c. Sirkuit Mengaftikan Solenoid Valve
Sirkuit ini gunanya adalah untuk mengatur arus solenoid valve dan menghidupkan atau mematikan pressure dump, hold, menaikkan sinyal Microcontroller.
d. Voltage Regulator,Motor Relay dan Failsafe Driver Circuit, Lamp Driver circuit, Communication Circuit
Memonitor tegangan suplai (5V, 12V) yang sedang dipakai untuk ABSCM dalam keadaan stabil berdasarkan batasan tegangannya.Alat ini dapat mendeteksi adanya kegagalan sistem dan mengaktifkan valve relay, motor relay. Apabila ada kerusakan pada sistem ABS, maka sistem akan dihentikan dikarenakan valve/motor relay menjadi off dan lampu peringan ABS akan menyala untuk memberitahukan kepada si pengemudi bahwa ada kerusakan pada sistem ABS. Bila adakerusakan pada ABS, maka rem yang bekerja adalah normal, seperti pada rem biasanya.
2. Safety Circuit
Saat Ignition switch diputar ke ON, ABSCM akan melakukan self-test sampai kecepatan kendaraan mencapai batas kecepatan normal dan juga memonitor sistem saat mobil melaju. Jika terdeteksi ada kerusakan, pertama yang dilakukannya adalah menghentikan fungsi ABS dan menyalakan lampu peringatan ABS. Meskipun ABS tidak dapat bekerja, namun rem konvensional mesih tetap bekerja.setelahtidak terdeteksi lagi adanya kerusakan pada sistem, maka lampu peringatan akan mati dan sistem kembali berjalan normal.
a. Initial Self-Testing setelah IG ON (mobil berhenti)
Ketika kunci kontak diputar ke ON maka arus akan mengalir ke ABSCM, dan melakukan prosedur kerja sebagai berikut :

1) Mengecek fungsi microprocessor
a) Membuat Watchdog Error dan memeriksa jika ada kesalahan
b) Memeriksa data ROM
c) Memeriksa data RAM apakah penulisan dan membacaan data normal
d) Memeriksa kerja converter A/D (Analog /Digital)
e) Memeriksa komunikasi diantara dua microprocessor

2) Memeriksa fungsi valve relay
a) Mengaktifkan valve relay dan memeriksa kerjanya

3) Memeriksa fungsi fail memory circuit microprocessor
b) Memeriksa fail memory circuit microprocessor
b. Initial Self-Testing saat mobil bergerak
Ketika mobil mulai bergerak, ABSCM akan melakukan tes fungsi actuator sebagai berikut :
1) Tes fungsi solenoid valve
Memeriksa fungsi solenoid valve dan memonitor kerjannya.
2) Tes fungsi motor
Menjalankan motor dan memeriksa kondisinya. Tergantung dari si pembuat ABS, waktu self testing pada motor dapat berbeda, namun kebanyakan self testing dilakukan saat mobil mulai berjalan atau pada akhir ABS bekerja.
3) Memeriksa sinyal wheel speed sensor
Memeriksa semua sinyal wheel speed sensor
c. Tes sistem saat mobil melaju
Setelah proses inisial self-test selesai, sistem ABS diperiksa oleh dua microprocessor dan sirkuit lain disekitarnya. Jika ada kesalahan, microprocessor akan mengkonfirmasikannya dan kode kesalahan tersebut akan disimpan di dalam ABSCM.
1) Tes tegangan (12V, 5V)
Periksa apakah suplai tengannya 12volt dan tegangan di dalam ABSCM adalah 5 volt. Namun perlu diperhatikan suatu saat tegangan bisa turun dikarenakan beroperasinya ABS atau motor saat sedang memonitor tegangan.
2) Tes kerja valve relay
Saat ABS bekerja, valve relay diaktifkan.ABSCM menjaga kerja valve relay.
3) Perhitungan menghasilkan perbandingan antara dua microprocessor
Biasanya ada dua microprocessor di dalam ABSCM dan melakukan fungsi kerja dalam waktu yang sama. Keduanya saling membandingkan hasil satu sama lainnya dan mengenalikesamaan diantara keduanya. Konsep perbandingan ini bisa menjamin bahwa sistemberjalan sebagaimana mestinya dan dapat mendeteksi secara dini adanya kerusakan.
4) Tes kerja microprocessor
Memonitor microprocessor
5) Memeriksa data ROM
Melakukan pemeriksaan jumlah data ROM dan memastikan bahwa program berjalan dengan
d. Menampilkan Self Diagnosis
Apabila ada kesalahan yang dideteksi oleh safety circuit, fungsi ABS akan berhenti dan lampu peringatan ABS menyala. ABSCM akan menampilkan kode kerusakan melalui alat Scan. Alat scan dapat mengaktifkan solenoid valves dan motor.